Labels

Showing posts with label Keuangan. Show all posts
Showing posts with label Keuangan. Show all posts

Monday, November 21, 2016

MANAJEMEN KEUANGAN Crative Accounting

MANAJEMEN KEUANGAN Crative Accounting

1.1.    Pendahuluan 
Sejarah perkembangan pemikiran akuntansi (accounting thought) dibagi dalam tiga periode: tahun 4000 SM – 1300 M; tahun 1300 – 1850 M, dan tahun 1850 M sampai sekarang. Masing-masing periode memberi kontribusi yang berarti bagi ilmu akuntansi. Pada periode pertama akuntansi hanyalah bentuk record-keeping yang sangat sederhana, maksudnya hanyalah bentuk pencatatan dari apa saja yang terjadi dalam dunia bisnis saat itu. Periode kedua merupakan penyempurnaan dari periode pertama, dikenal dengan masa lahirnya double-entry bookkeeping. Pada periode terakhir banyak sekali perkembangan pemikiran akuntansi yang bukan lagi sekedar masalah debit kiri – kredit kanan, tetapi sudah masuk ke dalam kehidupan masyarakat. Perkembangan teknologi yang luar biasa juga berdampak pada perubahan ilmu akuntansi modern (Basuki, 2000).
Pengguna akuntansi juga bervariasi, dari yang sekedar memahami akuntansi sebagai: 1) alat hitung menghitung; 2) sumber informasi dalam pengambilan keputusan; 3) sampai ke pemikiran bagaimana akuntansi diterapkan sejalan dengan (atau sebagai bentuk pengamalan) ajaran agama. Bila dihubungkan dengan kelompok usaha kecil dan menengah tampaknya pemahaman terhadap akuntansi masih berada pada tataran pertama dan kedua yaitu sebagai alat hitung-menghitung dan sebagai sumber informasi untuk pengambilan keputusan (Basuki, 2000)
Informasi akuntansi sangat diperlukan oleh pihak manajemen perusahaan dalam merumuskan berbagai keputusan dalam memecahkan segala permasalahan yang dihadapi perusahaan. Informasi akuntansi yang dihasilkan dari suatu laporan keuangan berguna dalam rangka menyusun berbagai proyeksi, misalnya proyeksi kebutuhan uang kas di masa yang akan datang.
Tuntutan pasar pada perusahaan untuk membuat keuntungan sering menyebabkan penurunan kualitas laporan keuangan yang dihasilkan. Tekanan ini mempengaruhi manajemen untuk dapat menyajikan laporan keuangan dengan posisi laba. Untuk mencapai posisi laba tersebut tak jarang perusahaan memanfaatkan praktek creative accounting.
 2.1. Pengertian dan Definisi Creative accounting
Akuntansi adalah suatu aktivitas jasa (mengidentifikasikan, mengukur, mengkalsifikasikan dan mengikhtisarkan) kejadian atau transaksi ekonomi yang menghasilkan informasi kuantitatif terutama yang bersifat keuangan yang digunakan dalam pengambilan keputusan (Amin. W, 1997). Secara sederhana akuntansi dapat dianalogikan sebagai speedometer ntuk mengecek kecepatan kendaraan.
Akuntansi mencatat sebuah peristiwa/kejadian yang menyebabkan terjadinya perubahan dana yang bisa kita sebut sebagai transaksi dan mengolah peristiwa/kejadian tersebut menjadi informasi keuangan. Dalam hal ini akuntansi digunakan sebagai alat untuk menyediakan informasi terkait dana. Dana yang dimaksud dalam informasi keuangan ini memiliki berbagai bentuk seperti, uang tunai, kendaraan, pinjaman, dan setoran modal. Penggunaan dana umumnya terdiri dari elemen aset, biaya, dan pengambilan dana untuk kepentingan perusahaan (pengambilan pemilik). Di lain pihak, dana diperoleh dalam bentuk liabilitas, penghasilan, dan ekuitas. Dengan demikian The law of fund dapat digambarkan sebagai berikut (Hardono, 2013):
Penggunaan Dana
=
Pemerolehan dana
Aset+Biaya+Pengambilan Pemilik
=
Liabilitas+Ekuitas+Penghasilan
Praktek nyata akuntansi dalam organisasi perusahaan telah membantu manajemen dari suatu organisasi untuk melihat secara jelas fenomena abstrak dan konseptual yang tidak pernah mereka pikirkan sebelumnya, misalnya pemaknaan laba dan biaya yang dalam praktek akuntansi dewasa ini merupakan simbol-simbol umum dan secara lazim memang diterima (Triyuwono, 2000).
Informasi tentang akuntansi keuangan digunakan oleh beberapa pihak seperti investor, bank dan pemasok, lembaga pemerintah dll. Bagi investor informasi terkait akuntansi ini berguna untuk mengetahui status keuangan dan prospek keuangan perusahaan di masa yang akan datang. Untuk bank dan pemasok informasi akuntansi keuangan tersebut digunakan ntuk menilai tingkat kesehatan suatu perusahaan dan menaksir besarnya risiko sebelum mereka memberikan pinjaman atau memberikan kredit barang sedangkan untuk pemerintah informasi ini digunakan untuk keperluan perpajakan.

Sunday, November 13, 2016

MANAJEMEN LIKUIDITAS BANK SYARIAH

TREASURY
MANAJEMEN LIKUIDITAS BANK SYARIAH

Kali ini saya akan memposting materi kuliah saya, semoga bermanfaat. 

Friday, November 4, 2016

Pentingnya Investasi Dalam Negeri


Masyarakat Indonesia sampai dengan sekarang ini masih sangat minim dalam pemahaman tentang Pasar Modal. Kebanyakan dari kita hanya menganggap bahwa hal semacam itu tidaklah penting, atau hanya dipahami oleh kalangan konglongmerat saja itu pun tidak semuanya. Hal ini tentu bukanlah kabar baik bagi Bangsa Indonesia apalagi mengingat Kita memiliki banyak sekali Sumber Daya Alam yang bernilai tinggi. Sehingga hasilnnya pemerintah lebih mendorong Investasi Asing agar menanamkan modalnya di Indonesia. Bagaimana tidak, tentu pemerintah memilih menarik Investor Asing dari pada Potensi dalam negeri tidak dimanfaatkan.
Coba kita renungkan bersama semisal sebuah Desa memiliki sepetak sawah yang tanahnya subur dan perairan yang cukup. Akan tetapi Sumber Daya Manusia di Desa tersebut hanya mengolahnya secara tradisional, dengan alasan modal untuk membeli peralatan pertanian modern tidak ada. Sehingga Desa tersebut mengundang Desa lain untuk menanamkan modal untuk mengelola sepetak sawah yang subur tersebut. Dengan syarat sebagian hasilnya diambil alih oleh Desa yang menanamkan modal ketika sudah panen. Hingga akhirnya dana untuk memebeli peralatan pertanian modern pun ada dan singkat kata sawah pun dikelola dengan baik. Sesuai perjanjian diawal ketika panen tiba maka hasilnya pun dibagi sesuai perjanjian.
Mari kita amati baik-baik disisi lain mengundang Investor dari pihak luar itu baik, sebab kita akan terbantu. Namun disisi lain hal tersebut bila dilakukan dengan perbandingan lebih banyak Investor dari pihak luar, maka akibatnya akan menjadi ketergantungan. Begitu pula dengan Negara Indonesia, bila terlalu banyak mengandalkan Investor Asing maka hal tersebut akan mengakibatkan ketergantunan terhadap pihak Asing. Begitu pula dampaknya akan dirasakan pada ketahanan Rupiah melawan Dollar AS.
Solusi baik untuk mengatasi hal tersebut ialah meningkatkan pemahaman masyarakat Indonesia dalam memahami produk-produk pasar Modal. Sehingga diharapkan partisipasi dalam meyumbang modal pengelolaan Sumber Daya dalam negeri meningkat tanpa harus ketergantungan oleh pihak Asing. Selain itu pemahaman akan produk-produk pasar modal diharapkan agar masyarakat Indonesia yang sudah atau hendak investasi bukan tipe Trader atau hanya mengambil untung sesaat dari selisih harga beli dan jual ( Profit Taking).
Manfaat yang dirasakan bagi bangsa Indnesia apabila kepemilikan modal lebih banyak dikuasai oleh orang dalam negeri yaitu antara lain :
  1. Menjadi bangsa yang mandiri.
  2. Tahan terhadap fluktuasi ekonomi global.
  3. Investor akan mendapatkan return yang lebih besar dibandingkan dengan uang yang ditabung di Bank.
  4. Asset kita lebih terjaga minimal tidak kalah dengan laju Inflasi atau menyusutnya nilai uang.
  5. Berpartisipasi membangun negeri tercinta kita Indonesia.
Sekian tulisan dari saya mudah-mudahan bermanfaat dan mampu menyadarkan kita agar berinvestasi.

CARA MENGUNCI ATAU MEMPROTECT EXCEL

CARA MENGUNCI ATAU MEMPROTECT EXCEL  Bagi Anda para pebisnis, akademisi, maupun profesi lainnya yang berkaitan dengan program excel k...